It's My Life.. My Word.. My Everything

KISAH CINTAKU

Entah itu cinta, sayang atau memang hanya sekedar suka.. Tapi ku akui rasa itu memang benar-benar ada. Rasa yang berkembang dengan mudahnya, yang tidak bisa ku mengerti dan tidak bisa kuhindari.
Diantara banyak orang yang menjadi korban perasaanku. Ada 6 yang paling berkesan dan membuatku rindu sekaligus malu. Aku tidak yakin apakah ada diantara mereka berenam yang menyadari perasaanku. Yah, namanya juga bertepuk sebelah tangan dan semua perasaan itu selalu berasal dari aku.
[Kyaaaa…aaa]    

1. Si “hari ke tiga” [SD kelas 2]  

Rasa itu tiba-tiba begitu saja ada, bahkan karena masih terlalu muda, aku tidak mengerti sebenarnya apakah itu hanya suka atau malah cinta? Apakah itu yang namanya cinta pertama atau cuma cinta monyet belaka.
Tidak ada alasan untuk menyukai seseorang! Sepertinya itu benar, karena sampai sekarang aku tidak bisa menemukan alasan kenapa aku menyukainya.
Menurutku dia biasa saja, malah tidak ada yang istimewa pada dirinya. Mungkin kecuali 1 hal, matanya. Dia memiliki mata cantik yang bisa membuatmu iri padanya..
Sebagai seorang anak kecil, kupikir saat bermain bersamanya adalah hal yang paling menyenangkan. Keinginan untuk mengikutinya kesana-kemari hampir tidak bisa dielakkan.
Ada masa dimana aku terpaku padanya dan selalu ingin membuatnya mengingatku. Bahkan tak masalah bagiku untuk meminjamkannya benda ini, memberikannya benda itu atau membelikan sesuatu untuknya.
Sampai sekarangpun jika tiba-tiba mengingat saat-saat itu, aku akan tertawa. Kenapa dulu aku sepolos itu ya??
{NAIF!!!}    

2. Si “hitam manis” [SD kelas 5]  

Awalnya dia adalah musuh no.1 yang paling kubenci. Tidak ada jarak yang aman bagi kami untuk tidak saling menyakiti.
Menjadi teman sebangkunya adalah bencana, lebam-lebam karena kekesalannya itu biasa. Tidak ada hari tanpa percek-cokkan kami. Selalu ada saja hal yang bisa dipermasalahkan dan dipertengkarkan.
Bodohnya aku, entah kenapa lama-lama aku malah jadi menyukainya. Dia memarahiku keras, dalam hati aku malah gembira. Dia memukul bahuku, aku diam-diam bahagia. Dia tidak menghiraukanku, aku jadi kecewa.
Astaga, jangan-jangan dulu aku masochist tingkat gejala.
{BODOH!!}   

3. Si “sok putih” [SMP kelas 1]  

Orang yang tidak tahu akan menyebutnya si pendiam alim yang islami. Padahal sebenarnya dia itu adalah si sok yang menyebalkan, yang pintar meninggalkan kesan cool dan memberikan raut wajah muram.
Dia menjadi musuh no.2 yang selalu mengusik kesabaranku. Tidak ada saat yang lebih melelahkan daripada saat dimana musuh no.2 dan musuh no.1 ku itu berkoalisi lalu mengerjaiku habis-habisan.
Tidak seperti musuh no.1 ku, setiap kali kami bertengkar, dia tidak pernah membuatku lebam-lebam. Tapi sayangnya lidahnya tajam, apa yang diucapkannya selalu menyakitkan. Bersilat lidah dengannya itu adalah perang.
Padahal aku tahu dia seperti itu, tapi lagi-lagi dengan bodohnya, aku malah jadi suka padanya. Rasanya ada yang kurang kalau sehari saja aku tidak menggoda dan membuatnya kesal.
Jika dia kesal maka ucapan beracunnya akan berhamburan, saat aku sudah kehabisan umpatan untuk melawannya, maka ketika itulah dia akan memberikanku senyuman.
Akur itu sama sekali bukan pilihan, karena dia hanya akan diam dan menatapku tajam. Celakanya, akulah yang akan salah tingkah, memerah dan deg-deg.an dibuatnya. {MEMALUKAN!!!}    

4. Si “kaka inuyasha” [SMP kelas 3]  

Sejak dari awal aku tahu aku pasti akan menyukainya seperti gadis lain yang jatuh hati padanya. Kesan pertama yang diberikannya 100% perfect tanpa cela, dia baik, ramah, berwibawa dan menyenangkan. Bahkan berada di dekatnya saja sudah membuatmu nyaman dan bahagia.
Ada saat, ketika aku dengan rajinnya mencari kesempatan untuk berbicara dengannya, menerobos celah untuk bisa sekilas berpapasan dengannya, merangkai kata-kata lucu hanya untuk melihat senyumnya.
Memaksakan moment agar bisa bertatapan mata dengannya, mencuri-curi detik untuk dapat menyentuhnya, mengatur cara agar bisa berada di dekatnya, sembunyi-sembunyi mengawasinya berjalan pulang dan diam-diam berdoa agar dia bisa segera melupakan objek yang telah mematahkan hatinya.
{CANGKAL!!}    

5. Si “amang” [SMA kelas 1]  

Teman yang paling berharga yang kusayangi dan aku kehilangannya. Aku menyalahartikan perasaanku karena ketakutan dan keegoisan hatiku.
Dengan bodohnya kupaksakan itu padanya dan ternyata malah menyakitinya.
Aku tidak menghiraukan batas aman yang terbentang, aku tidak menyadari kalau teman memang lebih baik hanya sekedar menjadi teman.
{MENYESAL!!}    

6. Si “kaka penjaga hati” [SMA kelas 2]  

Semua tentang dia adalah diam-diam. Diam-diam mengenalnya. Diam-diam mendengarkan nyanyiannya. Diam-diam melihat senyumnya. Diam-diam mencari tahu tentangnya. Daripada diam-diam suka, mungkin ini lebih tepat disebut sebagai diam-diam ngefans padanya. {STALKER!!}  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s